translate this page

Translate Widget by GM IQBAL_LOVERS

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 21 Februari 2011

Apakah Cahaya Gadget Anda Membahayakan Kesehatan?

Percaya atau tidak, manusia semakin tergantung dengan teknologi dengan semakin banyaknya perangkat dan perlengkapan elektronik dirumah masing-masing. Sebut saja dalam satu kamar saja bisa terdapat televisi, charger, lampu, dvd player, pemutar media, ac, komputer, laptop, kulkas mini, UPS, dry cabinet, serta perangkat elektronik lainnya.




Dari semua perangkat ini, rata-rata pengguna hanya mematikan dalam keadaan standby yang membiarkan lampu status menyala ketika tidak digunakan, bahkan ketika kita sedang tidur sekalipun. Lampu status tersebut bisa bermacam-macam, mulai dari warna merah, hijau, dan biru.

Bahkan ketika lampu dimatikan semua, keadaan kamar tidak benar-benar gelap karena masih ada cahaya yang bisa saja masih memungkinkan kita untuk membaca buku. Namun tahukah anda kalau sebenarnya cahaya tersebut, meski tidak begitu terang juga tidak bagus.
Berdasarkan studi yang ada ditemukan berbagai efek terhadap kesehatan ketika tidur didalam keadaan ruangan yang tidak gelap. Cahaya pada malam hari malah bisa membuat depresi dan gemuk. Universitas State Ohio telah mengujinya bahkan dengan lampu yang redup ketika tidurpun masih mungkin mengakibatkan depresi, meningkatkan kemungkinan kanker payudara. Alasannya simpel, tubuh kita memproduksi hormon pelawan kanker (melatonin) ketika sedang tidu, namun proses ini dapat terganggu bila ruangan tidak benar-benar gelap.
Alasan kedua, cahaya LED adalah racun yang dapat mengandung berbagai zat berbahaya seperti lead, arsenic, nickel, dan material berbahaya lainnya. Bahkan menurut peneliti, cahaya berwarna mengandung lebih banyak racun dibandingkan cahaya putih. Sayangnya sepertinya hampir semua aspek saat ini sangat bergantung pada cahaya LED. Sebut saja lampu merah yang membutuhkan cahaya LED terang agar pengemudi bisa melihat dari jauh. Meski begitu, studi menganjurkan setidaknya mengurangi kebutuhan akan cahaya LED hingga sekarang.
Satu cahaya LED di satu gadget mungkin bukan masalah besar, namun bila sudah menyangkut banyak perangkat dan ditemukan di setiap tempat seperti kamar tidur, rumah, kantor, mobil, dan kemanapun kita pergi. Ini semua dapat membahayakan kesehatan.
Intinya adalah, tubuh manusia dirancang untuk tidur dalam keadaan gelap total dan semua cahaya yang ada dikamar kita ketika tidur dimalam hari dapat merusak kesehatan. Apakah kita harus tidur dalam keadaan gelap total? Bagaimana dengan produsen gadget, apakah mereka harus membuang cahaya penunjuk status yang tidak begitu penting?

via PCWorld

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar